Jember, 18 Mei 2022, Di awal kegiatan pembalajaran secara luring di awali dengan adanya kuliah Tamu yang diadakan oleh Jurusan Teknik Sipil dan kuliah tamu ini Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jember menggandeng  PT Citicon Nusantara Industries untuk memberikan transformasi ilmu tentang Lightweight Construction System dan Lightweight Construction  Material  bagaimana kekuatan dan kelebihan dari produsct dari Citcon yang di ikuti oleh 75 mahasiswa.

Acara di Buka Oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil Dr. Ir. Gusfan Halik, ST.MT yang mengajak mahasiswa untuk menyimak dan mempelajari tentang konstruksi dan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dini Sari Marketing & Product Development Manager PT Citicon Nusantara Industries yang telah bersedia untuk memberikan Kuliah Tamu Teknik Sipil Universitas Jember karena dengan demikian kita terus bergerak untuk menjalin kerjasama untuk memajukan pembangunan di Indonesia.

Dalam materi kuliah Dini Sari Marketing & Product Development Manager PT Citicon Nusantara Industries membeberkan hasil produksinya terumata  Lightweight Construction System

adalah suatu prinsip membangun dengan menggunakan material-material yang ringan, sehingga beban struktural dapat berkurang secara signifikan.

berkurangnya beban struktural secara langsung dapat menyebabkan berkurangnya dimensi elemen struktural (balok, kolom, pondasi), yang tentunya secara langsung juga menyebabkan efisiensi  biaya dan

Lightweight Construction  Material adalah kelompok material bangunan modern yang sudah memperhatikan pembangunan berkelanjutan, yang mempertimbangkan sisi ringan, praktis dan efisien pada produk-produk material bangunannya. Tujuannya adalah untuk pembangunan yang berkelanjutan, lebih ramah lingkungan dan lebih tahan terhadap gempa. Adapun produksi PT Citicon Nusantara Industries adalah Bata Ringan dan Panel Lantai Citicon yang masing -masing mempunyai banyak keunggulan  dan inilah produk-produk dari PT Citicon Nusantara Industries

Bata Ringan Citicon

Panel Lantai Citicon

Adapun Sejarah  Autoclaved Aerated Concrete diawali oleh para ahli di 1923 di swedia yang sangat terkenal yaitu Dr. Johan Eriksson (arsitek) di Royal Technical Institute di Stockholm, Swedia yang mengambangan AAC dan pada tahun 1946 di Jerman Joseph Hebel dari  Jerman mengembang-kan AAC Sedangkan di Indonesia Pabrik AAC Pertama didirikan tahun 1995 dan di jawa timur Pabrik AAC Pertama tahun 2008

Sedangkan Proses Produksi Produk AAC adalah sudah teruji dan ssudah sesui dengan prosedur produksi  tampak seperti dalam gambar bagan dimulai dari pengiriman bahan baku sampai produk akhir dan sampai ke pengguna

 

Beliau juga menjelaskan Keunggulan dari  Bata Ringan produksi Citicon dibandingkan dengan batu bata biasa.

Bata Ringan produksi Citicon sangat Ringan dan kuat, Bata Ringan produksi Citicon sangat Presisi, Bata Ringan produksi Citicon sangat Permukaan Rata/ pori2 halus dan rapat, Bata Ringan produksi, Citicon sangat Tahan api dan air, Bata Ringan produksi Citicon sangat Tahan gempa, Selisih Berat per m2 = 217 kg – 63 kg = 154 kg = 0,154 ton dibandingkan dengan batu bata biasa

Sedangkan Spesifikasi Teknis Bata Ringan produksi Citicon mempunyai spesifikasi sesui dengan standar Internasional dimana Panjang, Tinggi, Keketattan, Kepadatan kering, Kepadatan, Kekuatan Tekan, dan konduktivitas termal sesuai dengan standartand internasional

sebai Project Refference adalah gedung Pakuwon proyek ini menggunakan produksi PT Citicon Nusantara Industries tampak seperti dalam gambar

Sedangkan Panel Lantai Citicon produksi PT Citicon Nusantara Industries adalah lembaran AAC (Autoclaved Aerated Concrete) merupakan panel lantai yang diperkuat dengan baja tulangan sebagai rangka penguat, sehingga mempunyai kekuatan yang sangat kuat dapat berbagai hal termasuh  kekuatan lantai dibandingan dengan Cor benton konvensional, termasuk berat Jenis, kemapuan menahan beban, hemat tenaga kerja, kebutuhan waktu untuik pengerjaan suatu proyek lebih unggul di bandingan dengan konvensional.

Keunggulan Panel Lantai Citicon dibandingkan dengan daag cor beton konvensional

Produksi Panel Lantai citicon mempunyai Berat Jenis 850kg/m3 Sedangan daag Cor Beton Konvensional  2400kg/m3 lebih mempunyai perbandingan yang sangat jauh

Berat Panel Lantai Citicon hanya 30% dari berat daag cor beton konvensional, hal ini sangat mempengaruhi perhitungan beban struktur bangunan, yang pastinya berbanding lurus dengan efisiensi biaya struktur

Kemampuan Menahan Beban

Dalam pembangunan secara konvensional sering Perhitungan struktural sering diabaikan, terutama untuk proyek-proyek sederhana atau renovasi, tidak jarang kesalahan perhitungan ini mengakibatkan hal yang fatal di kemudian hari.

sedangkan keunggulan Panel Lantai Citicon langsung dapat diaplikasikan untuk bangunan-bangunan sesuai dengan syarat Peraturan Beton Indonesia, antara lain rumah tinggal dan bangunan umum sederhana dengan kemampuan menahan beban sebesar 405kg/m2

Tenaga Kerja

Dalam kebutuhan tenaga kerja pada proses cor beton konvensional, membutuhkan tenaga kerja untuk mendistribusikan adukan beton ke seluruh permukaan cor dengan waktu yang terbatas, maka dibutuhkan banyak orang untuk melakukan proses cor beton konvensional.

Sedangan Panel Lantai Citicon langsung dapat dipasang diatas balok yang sudah disiapkan sehingga hanya membtuhkan 3-4 Orang.

Waktu Kerja

Perlu kami jelaskan di sini untuk pengerjaan suatu proyek membutuhkan waktu yang cepat untuk menekan biaya hal ini bisa dibandingkan Proses cor konvensional  harus selesai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sehingga proses kering sempurna harus menunggu 28 hari sedangkan Panel Lantai Citicondalam satu tim tukang (3-4 orang) dapat menyelesaikan 50-60m2/hari Panel Lantai Citicon dapat langsung digunakan setelah dipasang.

Dan masih banyak keunggulan lainnya.

Project Refference Puspa Agro Sidoharjo