Pages Navigation Menu

Faculty of Engineering - University of Jember

Kuliah Tamu Teknik Sipil Universitas Jember

Seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, merupakan suatu dukungan dalam dunia keteknik sipilan. Masalah infrastruktur dan pembangunan peradaban, digalakkan demi memenuhi kebutuhan manusia akan fasilitas yang memeadai dan serba canggih, untuk itu terus dilakukakn inovasi dan perkembangan iptek. Dalam memenuhi tantangan global akan infrastruktur, mahasiswa teknik sipil merupakan bibit engineer yang harus dapat berbersaing dan berkembang didunia kerja, dengan menghasilkan ide-ide dan inovasi untuk masa depan. Demi mewujudkakn hal tersebut, serta membuka pikiran dan pengetahuan mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Sipil mewadahi anggotanya dalam sharing ilmu ketekniksipilan dengan diadakannya kuliah tamu keteknik sipilan.

Kuliah Tamu yang dilaksanakan pada hari Rabu, 15 November 2017 mengusung tema “Sharing Knowledge dalam Rangka Upgrading Keilmuan Teknik Sipil”. Dengan menampilkan dua pembicara yang professional dibidangnya, yaitu Ni Ketut Ardani, S.Psi Ketua ULP Pemkab Jember dan Bangun Ready, S.T Ahli Bidang Struktur PT. Cheil Jedang Indonesia, dimana kedua pembicara tersebut menyampaikan topic ilmu yang berbeda. Pembahasan pertama oleh Pak Bangun Ready yaitu mengenai, bagaimana seorang engineer bekerja dalam suatu proyek, penanganan masalah yang timbul dalam proyek, tim work, pentingnya keamanan, dan tentunya metode atau perencanaan proyek dari awal hingga tahap konstruksi dan tahap akhir proyek. Semuanya dijelaskan secara terperinci dengan menunjukkan data lapangan tempat Pak Bangun bekerja, muali dari data tanah, data angina, draft gambar perencanaan proyek, dan data lainnya yang belum pernah diketahui mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa dapat lebih mengenal dan memahami gambaran pekerjaan engineer kedepannya. Selain itu, ditampilkan beberapa video menarik yang tentunya membuka wawasan dan ilmu baru bagi para mahasiswa.

Selanjutnya dilanjutkan dengan pembahasan topik yang kedua oleh Ibu Ni Ketut mengenai Pelelangan. Topik ini merupakan bahasan baru dan menarik, karena sebagian mahasiswa belum medapatkan ilmu tersebut dalam perkuliahan. Beberapa hal yang dibahas yaitu mengenai apa itu pelelangan, bagaimana cara kerja ULP menyeleksi PT atau instansi yang ikut serta dalam pelelangan suatu proyek, syarat-syarat dan ketentuan dalam pelelangan, apa saja yang dapat dilelang, dan lewat mana saja informasi pelelangan ditampilkan, serta masih banyak lagi bahasan yang disampaikan. Pada intinya, dalam hal pelelangan sangatlah ketat sekali pengawasan terhadap tender yang memenangkan pelelangan suatu proyek, bagai mana KPK juga ikut andil dalam mengawasi pelaksanaan berjalannya proyek. Semua hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kecurangan dan kerugian masing-masing pihak terkait, dan tentunya masalah yang paling kritis dibahas yaitu korupsi, dimana pasti ada celah dalam melakukan hal tersebut oleh pihak manapun. Sehingga itu alas an mengapa pengawasan sangat ketat dilakukan dari awal pelelangan hingga akhir proyek selesai.

Semua pembahasan tersebut tentunya memiliki manfaat dan dampak bagi mahasiswa sendiri, beberapa pertanyaan diajukan oleh mahasiswa kepada kedua pembicara yang kemudian dijawab oleh pembicara guna menuntaskan permasalahan yang timbul dalam otak. Selain sesi Tanya jawab, tak lupa juga pemberian fandel dan bingkisan kepada kedua pembicara diserahkan oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir. Hernu Suyoso, MT. Kuliah Tamu yang dimoderatori oleh Yeny Dhokhikah, ST.,MT tersebut berjalan dengan lancar di Auditorium Fakultas Teknik Universitas Jember dari pukul setengah Sembilan pagi hingga siang hari.

Kuliah tamu “Pengembangan Smart City (Menuju Pembangunan Kota Yang Cerdas Dan Berkelanjutan)”

Pada hari Selasa, 3 Oktober 2017 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota menyelenggarakan kuliah umum mengenai “Pengembangan Smart City (Menuju Pembangunan Kota Yang Cerdas Dan Berkelanjutan)”. Kuliah tamu diselenggarakan terkait kebutuhan mahasiswa dalam melihat dinamika pengelolaan teknologi informasi menjadi alat sinergi untuk manajemen dan pembangunan kota di Indonesia.Dalam kuliah tamu kali ini, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota menghadirkan bapak Dr Ir Budi Sugiarto Waloejo MSP selaku pembicara dan sekaligus dosen Universitas Brawijaya pakar yang berpengalaman dalam implementasi pengembangan Smart City di Kota Malang.

Dalam kuliah ini, bapak Dr Ir Budi Sugiarto Waloejo MSP memberikan penjelasan mengenai Konsep Smart City, latar belakang yang membentuk konsep, prinsip-prinsip yang diperlukan untuk membangun smart city. Selain itu Pak Budi memberikan penjelasan mengenai dinamika implementasi konsep Smart City yang terjadi dalam berbagai kota di Indonesia. Ada kota yang berhasil menerapkan namun ada juga yang kurang optimal dalam mengembangkan konsep smart city. Pengalaman menerapkan smart city di kota malang juga menjadi pembelajaran bagi dirinya dan juga info yang berharga bagi mahasiswa yang hadir.

Peserta kuliah yang hadir dalam kali ini tediri dari 60 mahasiswa dan 15 dosen program studi Perencanaan Wilayah dan Kota dan dari Jurusan Teknik Sipil. Peserta sangat antusias dan menyimak dengan baik penjelasan yang dibawakan bapak Dr Ir Budi Sugiarto Waloejo MSP. Hal ini terbukti dengan keaktifan para peserta/makasiswa dalam bertanya kepada narasumber pada sesi Tanya jawab.

Kegiatan ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada narasumber yang diberikan oleh IbuDewi selaku Ketua Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota UniversitasJember.  Kuliah tamu ini merupakan bentuk keseriusan dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada dinamika permasalahan dan kemajuan jaman yang sesuai dengan Motto Universitas Jember yaitu Tradition Of Exellence.

WORKSHOP KURIKULUM PWK UNEJ BERBASIS KKNI DAN KEBUTUHAN STAKEHOLDERS

Pada hari Selasa, 3 Agustus 2017, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNEJ menyelenggarakan workshop mengenai “Kurikulum Perencanaan Wilayah Kota Berbasis Kompetensi & Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan kebutuhan Stakeholder”. Workshop diselenggarakan terkait mensinergikan kurikulum Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dengan kebutuhan stakeholder. Narasumber workshop menghadirkan Ketua Asosiasi Sekolah Perencana Indonesia (ASPI), yaitu bapak Ir. Tubagus Furqon Sofhani, MA, Ph.D dan narasumber dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Ciptakarya Kabupaten Jember, yaitu bapak Achmad Imam Fauzi, SP. M.Si.

Peserta workshop yang hadir dalam kali ini tediri dari 20 orang dari stakeholders dan 48 dari kaprodi dan kajur di FT dan Dosen Jurusan Teknik Sipil, perwakilan Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Peserta workshop sangat antusias dan menyimak dengan baik penjelasan yang dibawakan narasumber. Hal ini terbukti dengan keaktifan para peserta workshop khususnya stakeholders dalam bertanya kepada narasumber pada sesi tanya jawab.

 

 

Kegiatan ini dibuka oleh ibu Dekan Fakultas Teknik, yaitu ibu Dr. Ir. Entin Hidayah, M.UM dan ditutup oleh bapak Wakil Dekan I, bapak Dr. Triwahyu Hardianto, ST.,MT. dan pemberian penghargaan kepada narasumber yang diberikan oleh Ibu Dr. Dewi Junita Koesoemawati, ST., MT. selaku Ketua Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Jember.  Workshop ini merupakan bentuk keseriusan dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada dinamika permasalahan dan kemajuan jaman yang sesuai dengan Motto Universitas Jember yaitu Tradition Of Exellence.

KULIAH TAMU PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL

Program Studi Magister Teknik Sipil mengundang Prof. Tavio, PhD., pakar struktur dari ITS untuk memberikan kuliah tamu tentang “struktur tahan gempa dan retrofitting”.  Beliau yang merupakan member dari American Concrete Institute (ACI-ASCE) menyatakan bahwa stuktur bangunan harus dirancang untuk menahan beban gempa selama periode gempa terjadi. Beliau memaparkan 3 sila dalam falsafah bangunan tahan gempa modern, yaitu : 1). Gempa ringan : boleh rusak kecil pada komponen non struktural, 2). Gempa sedang : elemen struktural boleh rusak menengah tetapi dapat diperbaiki, 3). Gempa kuat : elemen struktural dan non struktural boleh rusak parah tetapi struktur tidak roboh. Tidaklah bijaksana dan ekonomis untuk mendesain struktur bangunan berprilaku elastis penuh pada saat gempa besar terjadi. Pencegahan keruntuhan atau robohnya bangunan dengan kerusakan yang terkendali pada saat gempa bumi besar, merupakan konsep desain bangunan tahan gempa bumi modern.

DOKUMENTASI ACARA

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik Tampil Unik

Jember, 29 Agustus 2017

     Penutupan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Universitas Jember tahun 2017 ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Jika di tahun-tahun lalu mahasiswa baru lebih banyak menonton atraksi dari kakak kelasnya, maka tahun ini para mahasiswa baru di setiap fakultas diwajibkan menunjukkan kebolehannya. Tidak heran jika semua fakultas berusaha untuk menyajikan kemampuan terbaiknya di pentas yang berada di lapangan upacara Universitas Jember (26/8). Salah satunya adalah mahasiswa baru Fakultas Teknik yang tampil unik.

     Sejak berada di stadion Universitas Jember, penampilan para mahasiswa baru Fakultas Teknik sudah mengundang perhatian. Lihat saja, beberapa mahasiswa baru Fakultas Teknik sengaja melumuri badannya dengan cat biru yang selama ini identik dengan Fakultas Teknik. Tidak cukup hanya itu saja, beberapa mahasiswa baru membawa drum ala tifosi sepak bola yang akan melihat penampilan tim kesayangannya berlaga. “Sengaja kami arahkan adik-adik mahasiswa baru untuk tampil unik, agar penutupan PK2 berlangsung meriah. Selain itu memang sudah tradisi di Fakultas Teknik untuk tampil beda,” ujar Robit Danial, salah satu koordinator yang pagi itu mengawasi teman-temannya.

     Sepanjang perjalanan mengikuti kegiatan jalan santai, tak henti-hentinya para mahasiswa baru Fakultas Teknik menyerukan yel-yel khasnya. Puncak penampilan mereka ditandai dengan aksi mobflash yang membentuk berbagai tulisan di lapangan upacara Universitas Jember, di depan sesama mahasiswa baru. Dalam sesi unjuk kebolehan, mahasiswa Fakultas Teknik menampilkan formasi barisan yang bertuliskan FT UNEJ  Rangkaian penampilan kemudian diakhiri dengan melepas ratusan balon biru di angkasa Tegalboto.(dian)

Fakultas Teknik Universitas Jember Membangun Masjid

Jember, 29 Agustus 2017
Insya Allah, tahun depan, sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Jember sudah dapat melaksanakan sholat berjamaah, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan kerohanian Islam dengan lebih leluasa. Pasalnya, tahun depan sudah berdiri masjid di kampus Fakultas Teknik. Pembangunan masjid ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember dengan disaksikan Dekan, dosen, mahasiswa, karyawan, serta alumni Fakultas Teknik (29/8).

Menurut Entin Hidayah, Dekan Fakultas Teknik, rencana pembangunan masjid ini sebenarnya sudah mengemuka semenjak tahun 2014 lalu, namun baru terealisasikan tahun ini. “Pertimbangan membangun masjid karena 97 persen sivitas akademika Fakultas Teknik adalah muslim, maka saat waktu sholat tiba, ruang untuk sholat tidak mampu menampung para jamaah,” lapornya kepada Rektor Universitas Jember. Entin Hidayah bersama panitia pembangunan masjid sudah mengorganisir pengumpulan dana dari para dosen, karyawan, mahasiswa, bahkan para alumni. “Kawan-kawan sudah siap jika gaji setiap bulannya dipotong untuk pembangunan masjid ini, untuk saat ini sudah terkumpul uang sebesar 40 juta rupiah dan bahan bangunan,” imbuhnya lagi.

Sementara itu dalam sambutannya, Moh. Hasan memuji semangat sivitas akademika Fakultas Teknik yang dengan gotong royong bertekad membangun masjid. Dirinya yakin, dengan semangat dan kekompakan yang sudah ditunjukkan, maka pembangunan masjid bakal berjalan lancar. “Mari berlomba dalam kebaikan seperti yang ditunjukkan dalam membangun masjid. Semoga semangat ini menular dalam bentuk lain seperti pengajuan akreditasi, publikasi karya ilmiah, penemuan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan bentuk-bentuk lainnya,” tutur Moh. Hasan.

Ditemui di sela-sela acara, Nasrul Ilmin Nafik, ketua panitia pembangunan masjid Fakultas Teknik menjelaskan, masjid yang bakal dibangun berukuran 250 meter persegi dan diharapkan dapat menampung 300-an jamaah. Panitia menargetkan pembangunan masjid bakal memakan waktu kurang lebih 8 bulan dan memakan biaya 839 juta rupiah. “Masjid ini benar-benar digarap sendiri oleh sivitas akademika Fakultas Teknik, misalnya desain bangunan dan RAB-nya di garap oleh kawan-kawan Teknik Sipil, bahan material hasil sumbangan kawan-kawan, sementara pengerjaan dilakukan oleh kontraktor yang dimiliki oleh salah seorang alumnus kita,” pungkasnya. (iim)

Sumber (https://www.unej.ac.id/?p=15211&lang=id)