Kata rihlah diambil dari bahasa arab yang berarti perjalanan. Rihlah ialah perjalanan mentadabburi alam dengan maksud dan tujuan yang baik dan di dasarkan niat kepada Allah SWT. Perjalanan yang dimaksud di sini bukanlah berarti sebagai musafir yang melakukan perjalanan jauh, melainkan perjalanan di sini adalah sebuah perjalanan yang dianggap sebagai liburan dari kegiatan yang telah berlangsung lama, meninggalkan kegiatan kantor, meninggalkan sementara waktu pekerjaan.

Pada 7 April 2018 RISTEK melakukan kegiatan rihlah ke payangan dengan tujuan tadabbur alam. Sekaligus merekatkan tali persaudaraan antar anggota. Kami berangkat pada pukul 09.00 dari double way UNEJ, menggunakan kendaraan sepeda motor bergoncengan.

Ada yang beda loh dari perjalanan menuju Payangan ini, yaitu kami bergoncengan ikhwan dengan ikhwan, dan akhwat dengan akhwat. Keren kannnn. Para akhwat yang ikut rihlah kali ini kuat-kuat loh. Biasanya dikalangan mahasiswa apabila melaksanakan perjalanan jauh, perempuan dibonceng oleh laki-laki. Tetapi di RISTEK sudah menerapkan “bukan makhram” dalam kehidupan sehari-hari nih hihi. Alhamdulillah, semoga selalu diterapkan ya..

Kami sampai di pantai payangan pada jam 10.00 WIB. Istirahat sejenak karena lelah perjalanan. Kemudian kami melanjutkan kegiatan. Menaiki bukit sebelah kanan, kami sangat bersemangat untuk melihat Teluk Love yang banyak diperbincangkan warga net. Melewati jalan tangga yang sempit bergiliran, saling melindungi satu sama lain supaya tidak jatuh. Setelah kami sampai di puncak, kami melihat sekeliling dan mencari dimana lokasi Teluk Love-nya. Tetapi kami tidak menemukan tanda-tanda Love. Ternyata kami salah menaiki bukit, gara-gara miss-communication tidak bertanya malah langsung menaiki bukit yang kami lihat.

Saat sampai di puncak, rasa lelah dan sedikit kecewa karena salah menaiki bukit, kami pun berusaha ikhlas dengan kejadian itu. Lucunya kenapa kami tidak berbicara terlebih dahulu malah langsung naik bukit. Tetapi kami tetap melanjutkan acaranya dengan lapang dada. Kami memulai acaranya dengan pembukaan apa itu arti dari rihlah yang sebenarnya. Setelah mendengar penjelasan, kami melanjutkan dengan game yang seru, makan siang dan tentunya tak lupa untuk foto bersama. Kemudian kami menuruni bukit untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah.

Kalau di pantai, rasanya nggak lengkap kalau nggak main air. Kami menuju pinggir pantai untuk bermain-main dan berfoto-foto. Buat melepas penat karena kuliah dan banyak tugas hehe. Para ikhwan bermain air sampai mereka melewati derasnya ombak pinggir pantai demi menaiki batu karang yang berada di tengah. Lihat tuh wajahnya seneng banget gitu ya bisa naik batu. Saat menuruni batu, salah satu anggota terjebur ke dalam air sampai basah kuyup. Lain kali hati-hati ya bro hpnya kecemplung juga kan jadinya.

Beberapa manfaat mengikuti dan melakukan rihlah, diantaranya :

  1. Menguatkan rasa solidaritas.
  2. Mengukuhkan ukhuwah.
  3. Memperbaiki kembali kerenggangan ukhuwah.
  4. Membangun kebersamaan/rasa peduli terhadap sesama.

Manfaat bagi pribadi dan kaitannya dengan kesehatan :

  1. Kaitannya dengan jasmani.

Dalam rihlah, kita dapat melakukan berbagai macam kegiatan seperti misalnya bagi yang melakukan rihlah di hutan maka mereka lebih banyak berjalan kaki sehingga otot-otot yang selama ini tak berfungsi maksimal yang diakibatkan dalam perjalanan selalunya menggunakan kendaraan dapat maka dengan rihlah otot-otot yang tadinya dimanja bisa digerakkan.

  1. Kaitannya dengan rohani

Rihlah bukanlah sekedar hanya melakukan aktifitas jalan-jalan bersama keluarga dengan menikmati panorama alam baik di hutan, laut ataupun gunung, melainkan jauh daripada itu rihlah dilakukan dengan niat karena Allah SWT dan insya Allah akan bernilai ibadah sehingga menambah kuat iman yang terbentengi dengan akhlaq yang baik.

Banyak momen seru dan tak terlupakan dalam kegiatan rihlah kali ini. Kami menikmati perjalanan dan keindahan pantai yang diciptakan oleh Allah SWT. Dengan niat yang baik, maka kami yakin Allah SWT akan membalasnya.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan dilih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang pencipataan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.” –(QS.3:190-191)

Maka dengan melakukan Rihlah (Perjalanan) kita bisa mengkaji, mensyukuri dan mengagumi keindahan ciptaan-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *