Jumat, 26 Juli 2019 Program Studi PWK Fakultas Teknik Universitas Jember sukses menggelar acara Internasional workshop yang diikuti oleh mahaiswa Internasional dan Mahasiswa PWK sendiri. Adapun mahasiswa internasional terdiri dari beberapa negara antara lain : Jepang, Malaysia, Vietnam, Brunai, Pilipina, Cambodia, Tailand,Laos , Mianmar, dan Indonesia. Dengan judul : Tenean Lanjhang culture”

Acara di buka oleh Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Entin Hidayah, M.UM beliau mengacapkan selamat datang untuk mengikuti Workshop dan mengenalkan bebrapa jurusan yang ada di Fakultas Teknik  beliau memaparkan bahwa beberapa acara dilakukan oleh universitas hampir setiap tahun dan workshop semacam ini adalah salah satu dari jenis yang menguntungkan fakultas kami dan kami dipersilakan jika Anda ingin bergabung dengan kami untuk pertukaran pelajar dan yang terakhir beliau mempersilahkan menikmati acara ini dan kami berharap akan mendapatkan pengetahuan terutama tentang budaya Indonesia.

Rekayasa Perencanaan Kota dan Wilayah (PWK) adalah salah satu program studi yang ada di Fakultas Teknik Universitas Jember. PWK adalah program studi yang lebih sering berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu lain, baik disiplin teknis maupun sosial ekonomi. PWK berfokus pada ilmu mendesain wilayah yang terintegrasi, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai dengan Visi dan misinya yaitu :

PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Visi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNEJ:

“Unggul dalam pengembangan perencanaan wilayah dan kota serta mampu merespon paradigma global dan lokal yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan”.

Misi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNEJ:

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang menguasai IPTEKS dan kaidah-kaidah perencanaan berbasis potensi daerah yang berorientasi global dan lokal
  2. Mengembangkan dan melaksanakan penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dengan merespon isu-isu permasalahan terkait perencanaan wilayah dan kota yang bersinergi terhadap kawasan pertanian industrial
  3. Melaksanakan kerjasama dengan stakeholders guna mendukung peningkatan mutu kehidupan masyarakat
  4. Memiliki lulusan yang mandiri, bersikap ilmiah, kecakapan berwirausaha, berdaya pikir kritis dan analitis secara intelektual, sosial dan kultural dalam bidang Perencanaan Wilayah dan Kota

Dengan kurikulum yang sesuai  maka proses pendidikan lebih baik dan  ketika seseorang menjadi mahasiswa PWK, seseorang harus mengambil mata pelajaran dari program studi lain seperti geologi lingkungan, pemetaan, dan lainnya. Selain mata pelajaran teknis, seseorang juga akan mempelajari ilmu-ilmu sosial, ekonomi, dan yang berhubungan dengan politik, yaitu Aspek Sosial Perencanaan, Studi Kependudukan, Pengantar Ekonomi Perencanaan, Ekonomi Urban dan Regional, Pengembangan Pendanaan, Ekonomi Transportasi, Pengembangan Masyarakat, Perencanaan dan Politik, dan lainnya.

Sebagai contoh, di daerah perkotaan, ada banyak aspek yang harus dipahami oleh perencana (istilah untuk lulusan PWK).

Di area tersebut ada komponen fisik misalnya . sawah, pusat perbelanjaan, perumahan, dan lainnya. Di sisi lain, ada juga komponen non-fisik misalnya. kemacetan, kepadatan, populasi, dan sebagainya. Jika seorang perencana tidak dapat memahami ini secara keseluruhan, ia tidak akan dapat membuat perencanaan yang layak. Selanjutnya, area yang tidak direncanakan dengan baik akan memiliki kondisi yang tidak layak. Dengan demikian, PWK juga menyediakan kursus dalam aspek komputasi, ekonomi, sosial, kelembagaan, politik, lingkungan dan fisik. Perencanaan pada umumnya diperlukan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk masa depan, karenanya, aspek fisik bukan satu-satunya yang dipertimbangkan.

Ada fakta menarik yang sangat populer, yaitu di mana pun lulusan PWK bekerja, ia akan tetap dapat dibedakan dengan cara berpikirnya yang sistematis. Karena ketika seseorang belajar di PWK, dia tidak hanya belajar perencanaan kota dan daerah tetapi dia juga mempelajari seluruh proses yang sering disebut POAC: Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerak, dan Pengendalian. Setelah rencana dibuat, harus ada proses yang harus dipraktikkan untuk memastikan hasilnya dan menjaganya agar tidak tergelincir. Karena itu, rencana tersebut harus dilaksanakan, kemudian dikelola dan dikendalikan. Penciptaan rencana juga harus mempertimbangkan kondisi masa lalu dan masa kini, atau untuk mengatakan “Mempelajari masa lalu, mengelola masa kini; membentuk masa depan”.

Dalam acara workshop ini juga dia semarakan dg tari tarian yg diikut oleh peserta juga di semarakan dengan group musik Patrol kas Jember. dan acara berakhir di tutup oleh Wakil DEkan I dengan memberikan the best group.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *