Pada event electrical engeneering days 2018 yang diselenggarakan oleh Teknik elektro ITB dalam kategori IOT challenge Competition ada 9 finalis diantaranya dari Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas padjajaran, Universitas Jendral Sudirman, Universitas Gadjahmanda, Universitas Telkom dan STMKG. Dua universitas diantaranya lolos dua perwakilan yaitu Universitas Padjajaran dan Universitas Telkom. Pada event ini tuan rumah ITB menjadi finalis di lain kategori yaitu dalam kategori ELEC A THON.

Kegiatan berlangsung selama 4 hari, 1 hari untuk technical meeting, 2 hari untuk perakitan alat serta mempersiapkan presentasi dan hari terakhir presentasi, demo alat dan langsung diumumkan di hari yang sama.

Juara 3 diraih oleh universitas Telkom dengan alatnya yaitu energy terbarukan yang dihasilkan oleh sepatu ketika sepatu sedang dipakai, juara 2 dirayih oleh universitas Telkom dengan mengangkat konsep scanning dan juara 1 diraih oleh Universitas Jember. Dalam hal ini perwakilan universitas Jember berasal dari teknik Elektro 2015 atas nama Abdul Kharis, Rijal Al Kautsar dan Muhammad Taufik. Tim mereka memiliki 2 jargon andalan yaitu “takut tim-mu kalah, maka kamu telah menghina tuhan” serta “kami berangkat dengan doa, hanya garis tuhan yang bisa menghentikan”.

Kemenangan tim yang dipimpin oleh abdul kharis tersebut tidak lepas dari dukungan rekan teknik, dosen dan fakultas yang memberikan dana secara totalitas untuk riset alat dan pemberangkatan sehingga mereka terfasilitasi dan bisa menjuari event tersebut. Tidak kalah penting tentunya doa dan dukungan keluarga yang selalu memberikan semangat segar setiap waktunya.

Harapan dari Abdul kharis dan kawan – kawan adalah bahwasanya ini hanya merupakan awal untuk prestasi prestasi selanjutnya, lebih dari itu semoga kemenangan di ITB ( Institute Teknologi Bandung) ini menjadi inspirasi untuk teman – teman agar tidak takut berkarya dan meraih prestasi sebab gagal bukan karna anda telah mencoba, gagal yang sebenarnya adalah saat anda belum berbuat apa – apa dan hanya membiarkan mimpi anda menjadi rencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *